Sabtu, 30 Mei 2009

Keajaiban cinta bunda


AKU MAKIN CINTA PADAMU BUNDA


Menangis diriku Bunda ketika membaca sebuah puisi:
Bila Ibu Boleh Memilih
(Surat Sayang Dari Ibu)
Bila ibu boleh memilih, apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu. Maka ibu akan memilih mengandungmu. Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah,
Sembilan bulan nak…
Engkau hidup diperut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasakan tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata
Anakku…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi Caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu. Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu. Karena menunggu dari jam ke jam , menit ke menit kelahiranmu adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga. Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan keluar ke dunia sangat ibu rasakan, dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua. Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit, yang tak pernah ibu ceritakan kepada siapapun. Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia, saat itulah …saat paling membahagiakan. Segala rasa sakit dan derita sirna setelah melihat dirimu yang merah. Mendengarkan ayahmu mengumandangkan azan, kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita rasulullah di telinga mungilmu
Anakku…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu, maka ibu memilih menyusuimu, karena dengan menyusuimu, ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan-tegukan yang sangat berharga. Marasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu, adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan
Anakku…
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama diruang rapat atau duduk dilantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu
Tetapi anakku…
Hidup memang pilihan… Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan
Merana, maka maafkanlah nak …maafkan ibu…
Maafkan ibu…percayalah nak, ibu sedang meyempurnakan puzzle kehidupan kita, agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang. Percayalah nak… Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu, percayalah nak…
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu…
Tuk Ibunda
Bunda aku makin cinta padamu. Mengapa tidak? Setiap minggu selalu terpapar dengan real-nya pengorbanan seorang Bunda pada anaknya. Melahirkan mansia, bukanlah pekerjaan yang mudah,,, Subhanallah semua mekanisme tubuh bekerjasama agar proses tersebut dapat berlangsung dengan baik. Bunda terima kasih telah mengandungku dengan jerih payah, melahirkan aku dengan segala keikhlasan yang engkau miliki. Aku berjanji akan menjadi manusia yang berkualitas, patuh pada orang tua, Taat pada Allah dan Rasul-Nya dan nantinya do’akan aku bisa mencetak generasi yang berkualitas pula Amiinn...seperti yang kau mau.
Itulah ungkapan yang terbersit di hatiku ketika kuliah KMB/ Keperawatan Medikal Bedah dengan topik Persalinan Normal. Apa saja sich yang terjadi pada Bunda kita ketika ia mengandung kita?
Selama kehamilannya tubuh Bunda kita beradaptasi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Baik itu berupa adaptasi anatomis, fisiologis, biokimia maupun secara psikologis. Bila adaptasinya memburuk maka itu akan menjadi faktor penyulit bagi Ibu.
Perubahan-perubahan tersebut diantaranya:
Udem. Prubahan yang sangat signifikan terlihat adalah pertambahan berat bada sang Ibu, disebabkan janin yang dikandungnya, pembesaran rahim/ uterus, peningkatan volume darah dan cairan elektrolit. Makanya ketika seorang ibu hamil sering terjadi pembengkakan di tungkai ataupun area lainnya yang dalam bahasa medis kita sebut dengan udem(penumpukan cairan) atau dalam bahasa minang disebut sambok. Bayangkan ketidaknyamanan ibu ketika hamil dari satu gejala itu saja.
Ketika hamil denyut jantung sang buda meningkat dari biasanya sekitar 10-15 kali per menit. Hal tersebut terkait peningkatan volume darah, kecemasan psikis dan tingkat aktifitas seorang ibu RT. Subhanallah,,,,, perjuanganmu,,,,,,
Anemia. Mengapa setiap ibu hamil anemia? Karena volume darahnya meningkat sedangkan Hb-nya tidak. Sehingga kadar Hb dalam darah seolah-olah menurun dan jika dibiarkan akan berdampak buruk pada ibu dan janin yang dikandungnya.
Mimisan, gangguan pendengaran dan gangguan pernafasan sampai sesak nafas. Mimisan, gangguan pendengaran dipengaruhi oleh peningkatan hormon estrogen sedangkan gangguan pernafasan disebabkan tekanan dari perut sang ibu pada rongga dada. Sehingga ibu hanya bisa melakukan pernafasan dada untuk menggantikan pernafasan perut.
Sangat berisiko terjadi ISK/ Infeksi Salurab Kemih. Why? Kandung kemih yang tertekan oleh perkembangan rahim mengakibatkan kapasitasnya seolah berkurang sehingga ambang batas menurun. Oleh itu, ibu sering BAK ketika hamil. Oh,,, bunda betapa tidak nyamannya engkau,,, tapi Insyaallah perjuanganmu membuahkan hasil,,,,,
Dari sistem persarafan terjadi perubahan sensori pada kaki Ibu, nyeri menjalar di tangan, mati rasa di tangan atau sebaliknya terlalu sensitif sehingga geli, migren, kram otot dsb. Aku tambah sayang padamu Bunda,,,,,,
Pada sistem pencernaan bunda akan mengalami konstipasi. Karena pengaruh hormon maka penyerapan makanan di usus berlangsung lambat sehingga penyerapan air meningkat so konstipasi dech,,, sehari saja konstipasi menyamperi kita pusingnya bukan kepalang,,,,
Dari segi psikologis pada awal kehamilan sangibu akan sangat sensitif, jangan heran kalo Ibu/ istrinya suka marah dan meledak-ledak. Di pertengahan kehamilan akan mulai terasa capai, malas dan sering melamun. Sedangkan di akhir kehamilan keinginan Ibu melihat bayinya sebanding dengan ketakutan melahirkan/ terkaitan keselamatan saat melahirkan.
Itulah sedikit gambaran betapa susahnya perjuangan seorang ibu mengandung kita,,,,, Subhanallah,,,,, sungguh besar Kuasa-Mu Yaa Allah,,,,,

0 komentar:

Posting Komentar

 

"BUNDA,PALING MULIA" © 2008. Design By: SkinCorner